Membuat Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Petunjuk pembuatan pembangkit listrik tenaga angin dapat di download dari link di bawah ini


Download cara membuat pembangkit listrik tenaga angin (Wind Turbine)

Perayaan Idul Adha di SMKN 11 Malang


Dalam rangka merayakan hari raya Idul Adha, SMKN 11 Malang melakukan penyembelihan hewan kurban.
Pada perayaan hari raya Idul Adha ini, ada 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang disembelih.


Menurut Pak Abdillah Fatkturrahman Rozi selaku ketua panitia hari raya Idul Adha, kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak menyisihkan sebagian dari harta mereka atau orang tua mereka untuk bisa menolong teman-teman mereka yang membutuhkan.
Selain itu untuk bapak/ibu guru dan karyawan juga diharapkan bisa berbagi kebahagian dengan berbagi daging hewan kurban.

Membuat Thermoelectric Generator

Ada banyak cara yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan energi listrik.
Salah satunya adalah dengan menggunakan Thermoelectric Generator.
Untuk membuat Thermoelectric Generator dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut :
1. Element Pertier
2. Dua buah radiator
3. Kabel
4. Pasta penghantar panas
5. Lampu
6. Lilin


Langkah pembuatan:
1. Oleskan pasta penghantar panas pada kedua sisi element pertier, kemudian lekatkan radiator pada     masing-masing sisi element pertier.
2. Rangkai kabel dengan lampu dan hubungkan dengan element pertier.
3. Panaskan salah satu sisi radiator dengan menggunakan lilin. Jika panas yang dihasilkan lilin cukup besar, maka listrik yang dihasilkan akan mampu menyalakan lampu.

Note : Semakin besar panas yang diberikan pada salah satu radiator, maka listrik yang dihasilkan semakin besar.

Sumber : http://www.instructables.com/id/Free-energy-Any-source-of-heat-Not-only-th/




Acara Nge-BeAT Bareng Hai Skulizm 2012 di SMKN 11 Malang


Pada hari Selasa 23 Oktober 2012 di SMKN 11 Malang diadakan acara "Acara Nge-BeAT Bareng Hai Skulizm 2012"
Acara ini berlangsung sangat meriah dengan diikuti beberapa penampilan dari ekstra kurikuler Sepak Takraw, Tari, Paskibra, Penampilan Dance,  Band dari siswa-siswi SMKN 11 Malang dan dari bintang tamu.

Ekstra kurikuler Paskibra yang selama ini mungkin hanya dikenal dengan baris-berbaris saja, ternyata mampu menampilkan pertunjukan yang menarik dengan aksinya yang khas.
Selain itu di acara ini juga ada  lomba foto gokil dan mengendarai sepeda lambat.

Selamat Ulang Tahun Bapakku..

Sebelum ayam berkokok dia sudah terbangun...
Menyempatkan diri tuk bersujud dan mengucap syukur buat hari yang baru..
memohon petunjuk dan berkat untuk anak-anak dan keluarganya...
Udara dingin yang menusuk tulang tak dihiraukannya..
Dengan penuh semangat dan antusias disiapkannya segala sesuatu tuk hari ini...
Tangan yang cekatan dan penuh gairah itu seolah-olah tak pernah lelah...
Hujaman terik mentari yang membakar kulit pun tak dihiraukannya...
Hujan deras dan gelegar petir pun diterjangnya...
Demi sebuah tujuan mulia membesarkan anak-anak dan keluarganya...

Bapakku..
Tak pernah sedikitpun ku dengar keluh kesahmu tentang hidup ini..
Dengan kesederhanaanmu engkau mengajariku mengucap syukur..
Dengan teladanmu engkau mengajariku tentang kerja keras..
Dengan kebijakanmu engkau bercerita tentang kehidupan dan beribu pesan yang didalamnya..
Dengan bersahaja engkau mengajariku untuk hidup tulus dan benar..
Bapakku..
Diusiamu yang tak lagi muda, engkau tetap tegar..
Guratan-guratan usia diwajahmu seolah-olah terkalahkan oleh semangatmu..
Sorot mata yang tak sejernih dulu, tetap memancarkan keteduhan..
Tangan yang tak sekuat dulu, tetap menopangku saat ku terjatuh..

Bapakku..
Tiada kata-kata yang cukup tuk unggapkan kasihmu kepadaku..

Bapakku..
Di ulang tahunmu yang ke 60 ini..
Hanya sedikit kejutan yang kuberikan untukmu..
Sebuah kue tart yang berbalut ketulusan dan rasa sayangku kepadamu..
Sambil kucium tanganmu dan memelukmu kuucapkan
"Selamat ulang tahun..
Semoga panjang umur, makin sehat dan makin diberkati Tuhan.."
Tak terasa air mata mengalir di pelupuk mataku dan matamu..

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan bapak yang begitu luar biasa bagi keluarga kami..

(Malang, 24 Oktober 2012)

Sambutlah Sang Pagi..

Ayam mulai berkokok sebagai ungkapan syukur atas hari yang baru...
Kabut tipis pun perlahan sirna digantikan oleh butiran mutiara yang menempel pada tepi-tepi daun...
Dan warnanya semakin indah terkena sapuan sinar kehidupan...
Ya... alam telah menampakkan senyumnya pada semua mahluk...
Bidadariku...
Sambutlah mereka dengan kidung surgawi kepadaNya dan biarlah kita renungkan perbuatan tanganNya melalui segala ciptaanNya serta surat cintaNya pada kita...

Emosi Jiwa

Berbagai macam angan lalu lalang dalam pikiranku,
kadang kobaran api semangat membakar jiwa, 
terkadang pula kesedihan dan kerinduan singgah.
Semua emosi yang ada memberikan warna yang indah dalam hidup ini.
Ah.... Jiwa mengapa terkadang engkau membutuhkan kesedihan yang dapat menghancurkan kerasnya bebatuan hati dan keangkuhan raga ini?
Mungkin karena kehampaan telah menjadi makanan sehari-hari hingga rasanya pun terasa hambar.
Wahai... Emosi Jiwa....!
Dekaplah aku dan selubungi aku dengan kekuatan yang mampu menghancurkan karang-karang jiwa yang teguh..
Kekuatan yang mampu mengubah api jiwa yang hampir padam menjadi kobaran api yang menyala-nyala...
Kekuatan yang mampu membuat orang menyerahkan jiwanya bagi para pemilik hatinya, laksana lilin yang membiarkan dirinya terbakar tuk terangi jalan jiwa-jiwa yang mau melewatinya.

Untukmu Belahan Jiwaku

Kucoba mencari desahan nafasmu diantara dengusan nafas alam yang membuat dedaunan menari-nari...
Kutajamkan mataku pada bulan, barangkali disanan dapat kulihat wajahmu...

Belahan Jiwaku...
Hasrat menawanku karena rinduku padamu...
Tetapi ketulusan berkata
"Bukankah ia selalu menemanimu menyusuri lorong-lorong waktu?
dan selalu tersenyum ketika dunia menampakkan wajah seramnya?"

Sebuah Pertanyaan tentang waktu..

Waktu terus menapakkan langkahnya tanpa ada seorangpun yang mampu menghentikannya..
Tidak juga kekuasaan yang dimiliki manusia...
Tidak juga uang yang seringkali dicari manusia...
Tidak juga Cinta yang katanya mempunyai kekuatan terbesar...
Ya..! tidak ada satupun kekuasaan dimuka bumi ini yang mampu menghentikan derap langkah sang waktu, apalagi tuk membuat sang waktu membalikkan langkahnya...
Jika demikian apakah waktu itu merupakan persandingan dari keabadian?
Entahlah.., tetapi abadi itu kan berarti tak berawal dan tak berakhir?
Jika demikian apakah waktu merupakan bagian dari keabadian?
Ya, di dalam keabadian ada waktu yang merupakan bagian kecil dari keabadian...
Tetapi bukankah waktu diperlukan untuk menyatakan keabadian?
Jika tidak ada waktu maka keabadian tidak dapat digambarkan...
Ah... entahlah pikiranku masih belum mampu menjawabnya...
Biarlah sang waktu terus membawaku untuk memahami dan memaknai waktu itu sendiri...

Terbebas dari cengkeraman



Angin tiba-tiba berhembus dengan kencang ketika kuterima sebuah pesan.
Sedetik kemudian jiwaku berada dalam kumpulan orang banyak.
Mereka mencemoohku dengan segala hujatan yang belum pernah kudengar sebelumnya.
Segala hujatan dan caci maki mencengkeramku dengan cakar-cakar yang tajam karena apa yang dulu pernah kuperbuat...

Belum sempat aku berteriak tuk sedikit mengurangi rasa sakitnya, taring-taring kata-kata hampa yang dulu pernah keluar dari mulutku mencabik-cabikku hingga tangis dan erangan kesakitan yang biasa menemani perihnya jiwa ini tak bersedia menemaniku lagi....

Kulihat kumpulan itu puas atas apa yang telah menimpaku dan mereka meninggalkanku satu persatu sambil membuang ludah ke atas mukaku...
Aku seorang diri mengerang dalam erangan yang tak mau keluar dari bibirku...
Tubuh yang tersisa ini lunglai seperti kain kotor yang tercampakkan di tempat sampah...

Sementara segala kabut siksa ini merangkumku, tiba-tiba kabut tipis mengelilingiku dan kulihat secercah cahaya keperakan muncul dari balik kabut itu. DIA yang mengenakan jubah pelangi dan bermahkotakan bintang-bintang menghampiriku dan mendekapku dengan kasih seorang ibu yang baru melahirkan anaknya. 

Sambil membelaiku kudengar DIA berkata "Anakku engkau kurancang sebelum dunia dibentuk dan engkau kutenun dengan kasih sayang dalam kandungan ibumu. Sekarang engkau sudah besar akupun tetap mencintaimu seperti cinta pertama seorang pemuda pada gadis yang diingini hatinya. Anakku meski apa yang telah kau perbuat membuatku bersedih, Aku mengasihimu bukan atas perbuatanmu, melainkan atas dirimu apa adanya".

Kemudian IA mengenakan jubah putih kepadaku dan mengambil salah satu bintang di mahkotanya lalu menaruhnya dalam hatiku.
Segala sakit yang kurasakan lenyap bersama kepergian kabut itu..
Dalam keterpanaanku ia menggandengku menyusuri gugusan galaksi surgawi..

Pemberhentian Sejenak

Tak terasa aliran sungai waktu membawaku ke sebuah pemberhentian sementara. 
Sebuah tempat dimana aku bisa sejenak bernafas dan menimbang jalan-jalan yang telah kulalui.
Sebuah tempat dimana aku bisa mensyukuri apa yang telah kulewati dan kudapati sepanjang jalan.
Sebuah tempat dimana gemericik air berubah menjadi alunan musik nan merdu.

Dalam keterpanaanku tiba-tiba tangan-tangan kekuatiran berusaha merengkuhku.
Mereka memaksaku dan terus merayuku “Sudahlah kamu tinggal disini saja, engkau bisa merasakan kenikmatan disini tanpa perlu terbentur bebatuan yang akan terus kau jumpai sepanjang jalan. Engkau pun tak tahu apakah engkau bisa mencapai samudera luas itu atau hanya berakhir dicomberan yang kemudian lenyap tanpa meninggalkan arti sekalipun”. 

Sejenak aku terpengaruh oleh kata-kata itu dan ingin juga aku menuruti nasehatnya, tetapi kemudian aku tersadar, bahwa jalan panjang dihadapan menantiku dengan berbagai petualangannya. Sebuah tantangan yang akan kuhadapi dengan berjuta harapan dan cita yang akan memberikanku pengharapan mengarungi sungai waktu menuju samudera luas.

HUT SMKN 11 MALANG

Dalam rangka merayakan HUT SMKN 11 Malang, diadakan beberapa kegiatan dan lomba sebagai berikut:
1. Lomba Roket Air
Pendaftaran : 4- 26 April 2011
Technical Meeting : 29 April 2011
Pelaksanaan : 30 April 2011
Peserta : Siswa SMKN 11 Malang

2. Lomba Membuat Blogger
Pendaftaran : 11 - 16 April 2011
Technical Meeting : 21 April 2011
Pelaksanaan : 30 April 2011
Peserta : Siswa SLTP

3. Lomba Modifikasi Motor

Pendaftaran : 2 - 5 Mei 2011
Technical Meeting : 6 Mei 2011
Pelaksanaan : 7 Mei 2011
Peserta : Siswa SMKN 11 Malang

4. Lomba Mini Soccer
Pendaftaran : 11 - 16 April 2011
Technical Meeting : 21 April 2011
Pelaksanaan : 25 - 30 April 2011
Peserta : 25 - 30 April 2011 (Tiap Jurusan)

5. Lomba Karikatur
Pendaftaran : 11- 16 April 2011
Technical Meeting : 21 April 2011
Pelaksanaan : 30 April 2011
Peserta : Siswa SLTP

6. Lomba Puisi
Pendaftaran : 11 - 16 April 2011
Technical Meeting : 21 April 2011
Pelaksanaan : 28 - 30 April 2011
Peserta : Siswa SLTP

7. Lomba Gerak Jalan Kreatif
Pendaftaran : 6 Mei 2011
Pelaksanaan : 7 Mei 2011
Peserta : Siswa SMKN 11 Malang (Tiap Kelas)

8. Lomba Akustik
Pendaftaran : 11 - 16 April 2011
Technical Meeting : 6 Mei 2011
Pelaksanaan : 7 Mei 2011
Peserta : Siswa SMKN 11 Malang (Tiap Kelas)

9. Kegiatan Bazar
Pendaftaran : 1 - 6 Mei 2011
Technical Meeting : 2 Mei 2011
Pelaksanaan : 7 Mei 2011
Peserta : Siswa SMKN 11 Malang

10. Kegiatan Donor Darah
Pendaftaran : 1 - 4 April 2011
Technical Meeting : 4 April 2011
Pelaksanaan : 5 April 2011
Peserta : Guru, Karyawan dan Siswa SMKN 11 Malang

11. Kegiatan Baksos
Pengumpulan : 1 - 9 April 2011
Technical Meeting : 11 - 13 April 2011
Pelaksanaan : 14 - 15 April 2011
Peserta : Guru, Karyawan dan Siswa SMKN 11 Malang

Membuat Motor Listrik Sederhana

Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Magnet yang berbentuk lingkaran (bisa menggunakan magnet bekas speaker)
2. Kawat Email/tembaga
3. Baterai
4. Kabel dan penjepit
5. Klip kertas
6. Tabung yang nantinya digunakan untuk menggulung kumparan
7. Gunting
8. Selotip

Cara Pembuatan:
1. Ambil 2 buah klip kertas dan bentuk menjadi penyangga.
2. Gulung kawat email dan rekatkan dengan selotip
3. Kupas kedua ujung kawat email
4. Susun magnet diantara kedua klip kertas.
5. Letakkan kumparan pada klip kertas
6. Hubungkan klip kertas pada baterai dengan menggunakan kabel dan penjepit


Membuat Teleskop atau Teropong Bintang Sederhana

Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Kertas karton tebal dan kertas kardus
2. Dua lensa cembung
3. Lem
4. Gunting
5. Bolpoint/pensil

Langkah-langkah Kerja:
1. Buat dua buah tabung dengan menggunakan kertas karton tebal, diameter tabung harus sedikit lebih besar dari diameter lensa yang dipakai, selain itu salah satu tabung harus lebih besar dari tabung lainnya sehingga tabung satunya bisa masuk ke dalam tabung tersebut.
2. Buat 2 buah ring dari kertas kardus seukuran masing-masing tabung, lalu tempelkan masing-masing lensa pada ring yang sudah dibuat.
3. Tempelkan ring yang sudah dipasangi lensa tadi pada salah satu ujung dari masing-masing tabung yang sudah dibuat.
4. Masukkan ujung tabung yang lebih kecil dan tidak dipasangi ring ke tabung yang lainnya, maka teleskop siap digunakan. Untuk memperjelas bayangan yang terbentuk dapat dilakukan dengan mendekatkan/menjauhkan salah satu ujung teleskop.

Untuk melihat video pembuatan teleskop atau teropong bintang sederhana, klik disini

Membuat roket air



Sebelum membuat roket air, siapkan bahan-bahan yang diperlukan diantaranya:
1. Botol air mineral ukuran 1,5 liter atau ukuran yang lain juga boleh
2. Kertas karton / Kertas bekas yang agak kaku yang nantinya akan digunakan sebagai sirip dan moncong roket (Jika ingin lebih kuat bisa menggunakan plastik yang agak kaku)
3. Pasir
4. Plastik
5. Lakban/selotip
Sedangkan alat-alat yang diperlukan diantaranya adalah:
1. Gunting
2. Penggaris
3. Bolpoint

Setelah semua bahan dan peralatan disiapkan, langkah pembuatan roket air adalah sebagai berikut:
1. Buang plastik yang ada di botol air mineral atau botol minuman bersoda. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gaya hambatan udara yang bekerja pada roket.
2. Buat empat sirip dari kertas karton. Bentuk sirip ini bisa berupa segitiga maupun jajaran genjang. Ukuran sirip bisa dibuat dengan ukuran 10 cm x 6 cm.
Pada bagian sirip ini, pastikan ada bagian yang bisa dibuat untuk mempermudah menempelkan serip ke roket, seperti ditunjukkan pada gambar.
3. Buat moncong roket dengan menggunakan kertas karton yang dibentuk kerucut.
4. Ambil pasir secukupnya masukkan ke dalam plastik dan ikat sehingga bentuknya sesuai dengan ujung moncong roket. Pasir ini berfungsi sebagai pemberat agar dapat meluncur stabil ketika di udara.
5. Masukkan pasir tadi ke moncong roket, kemudian tambahkan kertas-kertas bekas sedemikian sehingga pasir tadi tidak bergerak.
6. Rekatkan moncong roket ke ujung botol dengan menggunakan selotip.
7. Rekatkan ke empat sirip yang telah dibuat tadi ke bagian bawah roket.
Roket sudah jadi dan siap diluncurkan dengan menggunakan Launcher.

Membuat Launcher atau Peluncur Roket Air





Adapun alat dan bahan yang diperlukan:
1. Pipa paralon
2. Cop ban sepeda motor bekas
3. Bekas wadah balsem
4. Lem
5. Paku
6. Paku payung
7. Kayu
8. Karet
9. Pipa besi kecil
10. bambu
11. gergaji

Langkah pembuatan launcher
1. Ambil wadah balsem dan lubangi seukuran cop ban bekas dengan menggunakan bor/pisau
2. Kemudian Masukkan cop kedalam wadah balsem yang telah dilubangi tadi.
3. Langkah berikutnya Masukkan wadah balsem tadi ke dalam pipa paralon dan lem yang kuat.
4. Pasang sambungan pipa yang ukuran ujungnya seukuran lubang botol air mineral ke pipa paralon dan lem yang kuat
5. Ambil pipa besi kecil dan tutup handbody yang telah dilubangi seukuran pipa besi tersebut
6. Masukkan pipa besi pada tutup handbodi. Pipa besi ini berfungsi sebagai saluran udara agar udara langsung masuk keruang roket yang berisi udara, sehingga tekanan udara yang diberikan pada roket bisa lebih besar.
7. Masukkan pipa besi ke dalam pipa paralon tadi.

Langkah pembuatan dudukan roket air
1. Potong kayu dan bentuk seperti segitiga siku2
2. Pasang bambu yang telah dibelah pada bagian atas kayu yang akan dibuat sebagai landasan roket air
3. Pada bagian bawah bambu tadi pasang balok kayu yang sudah ditancapi paku sedemikian rupa. Hal ini nantinya akan digunakan sebagai pengunci roket dan launcher.

Langkah pembuatan mekanisme pengunci roket
1. Ambil balok kayu kecil dan tancapkan paku payung pada salah satu ujung balok.
2. Beri coakan pada balok dengan gergaji dibagian kiri dan kanan sebanyak dua seperti ini.
3. Pengunci ini kita buat sebanyak 2 buah untuk kiri dan kanan

Setelah semua bagian tadi jadi, kita satukan sehingga menjadi system yang terpadu.
1. Pasang launcher pada dudukan dan ikat dengan karet
2. Pasang pengunci pada dudukan dan ikat dengan karet dan jangan terlalu kencang..
3. Maka peluncur siap digunakan.

Transfer Energi Tanpa Kabel

Sebagian besar energi yang dialirkan manusia kesana kemari adalah dalam bentuk listrik, yang mengalir di kabel-kabel tembaga (Sebagian besar energi di alam semesta adalah dark energy). Bahan ini memiliki banyak elektron yang mudah bergerak sehingga kita menggunakannya sebagai pipa untuk menyalurkan elektron. Tumpukkan elektron di satu ujungnya, tekan dengan tegangan listrik, dan elektron akan mengalir sampai ke ujung satunya, tidak peduli berapa rumit bentuk kawat itu. Jalur-jalur tembaga ini kita lihat di mana-mana, mulai dari transmisi tegangan tinggi SUTET sampai jalur-jalur dalam papan sirkuit di komputer yang Anda gunakan sekarang.

» APAKAH HARUS DEMIKIAN?
Pertama, tembaga makin lama makin mahal. Menara transmisi ditebangi (cuma di Indonesia: hutan ditebangi, menara listrik ditebangi :)) ) , kabel bawah tanah sulit pasangnya. Lagipula, pemandangan alam berupa sawah, bukit, rel kereta, dan menara listrik, jelek sekali kelihatannya |-) . Menurut saya, kalau saja energi itu bisa terbang begitu saja melalui udara kosong, maka tidak ada lagi keruwetan kabel.

Bukankah itu sudah lama terjadi, maksudnya, energi matahari yang sampai ke sini terbang begitu saja dari sana ke sini dengan kecepatan cahaya melalui angkasa kosong. Tapi matahari adalah bom nuklir besar yang sedang meledak terus-menerus, dan sepertinya kita tidak ingin meniru cara itu di sini (baca: Fusi).

Baiklah, sudah lama kita mengenal pemancar radio yang mengirimkan gelombang radio, yang tentu mengandung energi, dari puncak menara ke seluruh kota. Perhatikan bahwa yang diutamakan dalam pemancar-pemancar itu adalah informasi; bukan energi gelombang itu sendiri. Tidak peduli berapa kuat gelombangnya, yang diinginkan adalah bahwa handphone kita menerima sinyal berupa variasi kecil dalam gelombang radio. Kita bisa bicara sinyal lemah dan sinyal kuat, tapi selama sinyal masih ada, kita tetap bisa mengirim SMS, menerima panggilan, dan mengakses hotspot.

Ini berbeda dengan transfer energi. Yang diinginkan di sini adalah bahwa pemancar berkekuatan sekian kilowatt memancarkan gelombang radio (atau apapun) menuju penerima, kemudian energinya bisa digunakan untuk memasak nasi, tanpa kabel. Bayangkan juga sebuah setrika wireless… Sekarang, masalahnya adalah, bagaimana supaya energi yang dipancarkan hanya mencapai setrika, dan tidak televisi, telepon, dan orang? Bayangkan orang yang panas seperti setrika karena menerima energi dari pemancar radio. =))

Inilah yang dicoba Nikola Tesla sekitar tahun 1900-an. Ia menggunakan sebuah tesla coil untuk membuat tegangan tinggi di udara. Lampu TL yang dipegang di dalam area pengaruhnya akan menyala. Orang yang menyentuh elektrodanya akan… Sudahlah, tak usah dibicarakan ;)) . Selanjutnya, ia meneliti cara penyaluran energi dengan membuat gelombang berdiri di antara bumi dan ionosfer, melalui bumi, dan media alam. (Cek Nikola Tesla di Wikipedia)
Berdasarkan fakta bahwa sekarang kita tidak menggunakan alat-alat listrik semacam itu, tentunya hasil-hasil percobaan Tesla entah bagaimana berakhir tidak sesuai harapannya.

Bagaimanapun, di abad ini orang mulai mencoba kemungkinan lain. Salah satu solusi adalah dengan gelombang mikro. Ingat bahwa gelombang mikro di dalam oven terbang dari pemancar di pojoknya menuju makanan yang sedang dimasak. Mereka membuat antena pemancar besar dengan penguatan (gain) yang tinggi (artinya pancarannya terarah) dan antena penerima yang sebanding. Daya sebesar puluhan kilowatt berhasil diterbangkan melalui udara kosong sejauh beberapa kilometer dengan efisiensi mencapai 90%. Dengan versi yang lebih kecil, orang sudah bisa membuat pesawat terbang kecil yang mendapat tenaganya dari pemancar microwave semacam itu. (Microwave Power Transmission di Wikipedia)

Bagaimana dengan hal-hal yang bisa mengganggu? Gelombang mikro berukuran mikro; tetes air hujan dan kabut juga. Kalau gelombang menemui penghambur yang ukurannya berdekatan dengan panjang gelombang, ia akan tersebar seperti cahaya biru di langit biru. :-?

Bagaimana supaya makhluk hidup yang melanggar jalur gelombang tidak matang seperti dalam oven microwave? :D Haruslah diameter antena dibuat besar sekali supaya daya tersebar pada luas penampang besar. Jika daya 100 kilowatt tersebar pada luas penampang 1000 meter persegi, maka orang (luas penampang 1 m2) akan menerima daya 100 watt. (intensitas cahaya matahari adalah 1366 W/m2)

Orang berpikir, salah satu penggunaan cara ini adalah untuk membuat pembangkit listrik di luar angkasa. Panel surya mengubah cahaya menjadi listrik, listrik menjadi microwave, microwave terbang ke bumi dan diubah jadi listrik lagi. Kalau luas penampang berkas gelombangnya cukup besar (juga antenanya), rapat daya per satuan luas menjadi tidak berbahaya. Pasang penerimanya di Pasifik sana yang tidak ada kapal, laut dan terbang, lewat, juga awan.


[Model pesawat terbang bertenaga laser (proyek NASA).]

Kemudian orang berpikir tentang laser. Sumber laser bertenaga megawatt sudah bisa dibuat, tinggal penerimanya yang belum. Panel surya sekarang baru bisa mengubah 50 persen energi cahaya menjadi listrik. Tunggu sampai para ilmuwan nanoteknologi bisa membuat antena berukuran nanometer, nanti kita akan melihat antena penerima cahaya ;d/ . Bagaimanapun, masalah benda-benda penghalang juga belum terpecahkan.

Itu untuk transfer energi jarak jauh. Untuk jarak dekat, seperti dalam rumah, transfer energi tanpa kabel juga bermanfaat. Cara yang sudah dikembangkan orang adalah, tanpa tesla coil, membuat pemancar radio yang tidak memancarkan radiasi elektromagnetik, tapi gelombang evanescent. (radiasi artinya memancar sampai jauh, evanescent artinya menghilang pada jarak dekat) Misalkan panjang gelombang yang dipakai adalah 10 meter, maka medan gelombang evanescent hanya akan ada pada radius beberapa meter. Penerimanya adalah sistem L-C yang memiliki frekuensi resonansi sama dengan pemancar. Jika penerimanya berada dalam jangkauan medan gelombang evanescent, akan timbul energi dalam rangkaian penerima yang sepertinya loncat begitu saja dari pemancar.

Karena penerimanya harus beresonansi dengan pemancar, berarti benda yang tidak beresonansi dengan pemancar, seperti manusia, tidak akan menerima energi. Sekarang ini sedang dikembangkan (atau sudah selesai?) salah satunya dengan nama witricity, dari wireless dan electricity. (WiTricity di Wikipedia) Berminat mengembangkan di tanah air? (atau sudah?) /:)


oleh: Eko Widiatmoko

Sumber : http://102fm-itb.org/2008/12/transfer-energi-tanpa-kabel/#more-325

Pembelajaran Fisika Berbasis Project.

Pembelajaran Fisika berbasis project ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama muncul dipikiran penulis, tetapi baru kali ini sempat penulis tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Ide pembelajaran ini muncul karena keinginan penulis untuk membawa siswa ke "Dunia Nyata" dalam mempelajari Fisika, sehingga mereka bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari serta bisa menghasilkan sesuatu dari apa yang sudah mereka pelajari.
Dalam pelaksanaannya pembelajaran ini, bisa dimulai dengan teori lalu dilanjutkan dengan adanya project yang harus dikerjakan oleh siswa berkaitan dengan bab yang dipelajari. Berikut ini adalah beberapa contoh project yang bisa dikerjakan siswa berkaitan dengan bab yang dipelajari dalam pelajaran fisika.
1. Membuat prototype katrol dari bahan-bahan bekas, bisa diterapkan pada bab Gerak dan Gaya.
2. Membuat roket air, bisa diterapkan untuk bab Impuls dan Momentum.
3. Membuat Generator dan motor listrik sederhana, bisa diterapkan pada bab Magnet dan Elektromagnet.
4. Membuat prototype jembatan, bisa diterapkan pada bab Kesetimbangan Benda Tegar.]
5. Membuat lensa dengan menggunakan bola lampu bekas yang nantinya bisa dikembangkan ke teleskop maupun alat optik lainnya pada bab optik.
6. Membuat alat ukur bisa diterapkan pada bab besaran dan satuan.
Project-project yang ada ini diharapkan bisa merangsang kreativitas siswa.

Penulis berharap tulisan ini bisa berguna bagi pembaca serta menjadi ajang sharing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika. Bagi pembaca yang mempunyai ide lain atau project lain yang bisa diterapkan disekolah, penulis sangat berharap bisa sharing pengalaman atau pengetahuan. Pembaca bisa menghubungi penulis malalui akun facebook di http://www.facebook.com/masekooke

Lomba Roket Air di SMKN 11 Malang


Pada tanggal 23 Juni 2010 di SMKN 11 Malang diadakan lomba roket air yang diikuti oleh siswa-siswi SMKN 11 Malang. Dalam lomba ini ada dua kategori yang dilombakan yaitu roket dengan jarak terjauh dan roket yang tepat sasaran. Untuk penilaian ada tiga hal yang dinilai yaitu: (1) Estetika roket dan launcher, (2) jarak yang ditempuh roket, dan (3) ketepatan sasaran. Juara 1 dalam lomba ini diraih oleh Team Quim Movista dengan skor 948, sedangkan juara 2 diraih oleh Team Curigen Club dengan skor 733.

Nilai Tugas Blog XI RPL untuk SK Sistem Operasi

Adapun aspek yang dinilai dalam tugas blog ini meliputi:
1. Content/Isi blog yaitu lengkap tidaknya isi blog
2. Fitur dalam blog seperti template, shoutbox, counter maupun fitur lain
3. Identitas yaitu ada tidaknya identitas dalam blog
4. Pengunjung meliputi ada tidaknya komentar yang dibuat oleh pengunjung dan blog rank
Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat di daftar nilai tentang kriteria penilaian.
Berikut ini adalah nilai tugas blog kelas XI RPL untuk SK Sistem Operasi untuk mendownload silahkan klik link di bawah ini
Download Nilai Tugas Blog