Membuat Launcher atau Peluncur Roket Air





Adapun alat dan bahan yang diperlukan:
1. Pipa paralon
2. Cop ban sepeda motor bekas
3. Bekas wadah balsem
4. Lem
5. Paku
6. Paku payung
7. Kayu
8. Karet
9. Pipa besi kecil
10. bambu
11. gergaji

Langkah pembuatan launcher
1. Ambil wadah balsem dan lubangi seukuran cop ban bekas dengan menggunakan bor/pisau
2. Kemudian Masukkan cop kedalam wadah balsem yang telah dilubangi tadi.
3. Langkah berikutnya Masukkan wadah balsem tadi ke dalam pipa paralon dan lem yang kuat.
4. Pasang sambungan pipa yang ukuran ujungnya seukuran lubang botol air mineral ke pipa paralon dan lem yang kuat
5. Ambil pipa besi kecil dan tutup handbody yang telah dilubangi seukuran pipa besi tersebut
6. Masukkan pipa besi pada tutup handbodi. Pipa besi ini berfungsi sebagai saluran udara agar udara langsung masuk keruang roket yang berisi udara, sehingga tekanan udara yang diberikan pada roket bisa lebih besar.
7. Masukkan pipa besi ke dalam pipa paralon tadi.

Langkah pembuatan dudukan roket air
1. Potong kayu dan bentuk seperti segitiga siku2
2. Pasang bambu yang telah dibelah pada bagian atas kayu yang akan dibuat sebagai landasan roket air
3. Pada bagian bawah bambu tadi pasang balok kayu yang sudah ditancapi paku sedemikian rupa. Hal ini nantinya akan digunakan sebagai pengunci roket dan launcher.

Langkah pembuatan mekanisme pengunci roket
1. Ambil balok kayu kecil dan tancapkan paku payung pada salah satu ujung balok.
2. Beri coakan pada balok dengan gergaji dibagian kiri dan kanan sebanyak dua seperti ini.
3. Pengunci ini kita buat sebanyak 2 buah untuk kiri dan kanan

Setelah semua bagian tadi jadi, kita satukan sehingga menjadi system yang terpadu.
1. Pasang launcher pada dudukan dan ikat dengan karet
2. Pasang pengunci pada dudukan dan ikat dengan karet dan jangan terlalu kencang..
3. Maka peluncur siap digunakan.

Transfer Energi Tanpa Kabel

Sebagian besar energi yang dialirkan manusia kesana kemari adalah dalam bentuk listrik, yang mengalir di kabel-kabel tembaga (Sebagian besar energi di alam semesta adalah dark energy). Bahan ini memiliki banyak elektron yang mudah bergerak sehingga kita menggunakannya sebagai pipa untuk menyalurkan elektron. Tumpukkan elektron di satu ujungnya, tekan dengan tegangan listrik, dan elektron akan mengalir sampai ke ujung satunya, tidak peduli berapa rumit bentuk kawat itu. Jalur-jalur tembaga ini kita lihat di mana-mana, mulai dari transmisi tegangan tinggi SUTET sampai jalur-jalur dalam papan sirkuit di komputer yang Anda gunakan sekarang.

» APAKAH HARUS DEMIKIAN?
Pertama, tembaga makin lama makin mahal. Menara transmisi ditebangi (cuma di Indonesia: hutan ditebangi, menara listrik ditebangi :)) ) , kabel bawah tanah sulit pasangnya. Lagipula, pemandangan alam berupa sawah, bukit, rel kereta, dan menara listrik, jelek sekali kelihatannya |-) . Menurut saya, kalau saja energi itu bisa terbang begitu saja melalui udara kosong, maka tidak ada lagi keruwetan kabel.

Bukankah itu sudah lama terjadi, maksudnya, energi matahari yang sampai ke sini terbang begitu saja dari sana ke sini dengan kecepatan cahaya melalui angkasa kosong. Tapi matahari adalah bom nuklir besar yang sedang meledak terus-menerus, dan sepertinya kita tidak ingin meniru cara itu di sini (baca: Fusi).

Baiklah, sudah lama kita mengenal pemancar radio yang mengirimkan gelombang radio, yang tentu mengandung energi, dari puncak menara ke seluruh kota. Perhatikan bahwa yang diutamakan dalam pemancar-pemancar itu adalah informasi; bukan energi gelombang itu sendiri. Tidak peduli berapa kuat gelombangnya, yang diinginkan adalah bahwa handphone kita menerima sinyal berupa variasi kecil dalam gelombang radio. Kita bisa bicara sinyal lemah dan sinyal kuat, tapi selama sinyal masih ada, kita tetap bisa mengirim SMS, menerima panggilan, dan mengakses hotspot.

Ini berbeda dengan transfer energi. Yang diinginkan di sini adalah bahwa pemancar berkekuatan sekian kilowatt memancarkan gelombang radio (atau apapun) menuju penerima, kemudian energinya bisa digunakan untuk memasak nasi, tanpa kabel. Bayangkan juga sebuah setrika wireless… Sekarang, masalahnya adalah, bagaimana supaya energi yang dipancarkan hanya mencapai setrika, dan tidak televisi, telepon, dan orang? Bayangkan orang yang panas seperti setrika karena menerima energi dari pemancar radio. =))

Inilah yang dicoba Nikola Tesla sekitar tahun 1900-an. Ia menggunakan sebuah tesla coil untuk membuat tegangan tinggi di udara. Lampu TL yang dipegang di dalam area pengaruhnya akan menyala. Orang yang menyentuh elektrodanya akan… Sudahlah, tak usah dibicarakan ;)) . Selanjutnya, ia meneliti cara penyaluran energi dengan membuat gelombang berdiri di antara bumi dan ionosfer, melalui bumi, dan media alam. (Cek Nikola Tesla di Wikipedia)
Berdasarkan fakta bahwa sekarang kita tidak menggunakan alat-alat listrik semacam itu, tentunya hasil-hasil percobaan Tesla entah bagaimana berakhir tidak sesuai harapannya.

Bagaimanapun, di abad ini orang mulai mencoba kemungkinan lain. Salah satu solusi adalah dengan gelombang mikro. Ingat bahwa gelombang mikro di dalam oven terbang dari pemancar di pojoknya menuju makanan yang sedang dimasak. Mereka membuat antena pemancar besar dengan penguatan (gain) yang tinggi (artinya pancarannya terarah) dan antena penerima yang sebanding. Daya sebesar puluhan kilowatt berhasil diterbangkan melalui udara kosong sejauh beberapa kilometer dengan efisiensi mencapai 90%. Dengan versi yang lebih kecil, orang sudah bisa membuat pesawat terbang kecil yang mendapat tenaganya dari pemancar microwave semacam itu. (Microwave Power Transmission di Wikipedia)

Bagaimana dengan hal-hal yang bisa mengganggu? Gelombang mikro berukuran mikro; tetes air hujan dan kabut juga. Kalau gelombang menemui penghambur yang ukurannya berdekatan dengan panjang gelombang, ia akan tersebar seperti cahaya biru di langit biru. :-?

Bagaimana supaya makhluk hidup yang melanggar jalur gelombang tidak matang seperti dalam oven microwave? :D Haruslah diameter antena dibuat besar sekali supaya daya tersebar pada luas penampang besar. Jika daya 100 kilowatt tersebar pada luas penampang 1000 meter persegi, maka orang (luas penampang 1 m2) akan menerima daya 100 watt. (intensitas cahaya matahari adalah 1366 W/m2)

Orang berpikir, salah satu penggunaan cara ini adalah untuk membuat pembangkit listrik di luar angkasa. Panel surya mengubah cahaya menjadi listrik, listrik menjadi microwave, microwave terbang ke bumi dan diubah jadi listrik lagi. Kalau luas penampang berkas gelombangnya cukup besar (juga antenanya), rapat daya per satuan luas menjadi tidak berbahaya. Pasang penerimanya di Pasifik sana yang tidak ada kapal, laut dan terbang, lewat, juga awan.


[Model pesawat terbang bertenaga laser (proyek NASA).]

Kemudian orang berpikir tentang laser. Sumber laser bertenaga megawatt sudah bisa dibuat, tinggal penerimanya yang belum. Panel surya sekarang baru bisa mengubah 50 persen energi cahaya menjadi listrik. Tunggu sampai para ilmuwan nanoteknologi bisa membuat antena berukuran nanometer, nanti kita akan melihat antena penerima cahaya ;d/ . Bagaimanapun, masalah benda-benda penghalang juga belum terpecahkan.

Itu untuk transfer energi jarak jauh. Untuk jarak dekat, seperti dalam rumah, transfer energi tanpa kabel juga bermanfaat. Cara yang sudah dikembangkan orang adalah, tanpa tesla coil, membuat pemancar radio yang tidak memancarkan radiasi elektromagnetik, tapi gelombang evanescent. (radiasi artinya memancar sampai jauh, evanescent artinya menghilang pada jarak dekat) Misalkan panjang gelombang yang dipakai adalah 10 meter, maka medan gelombang evanescent hanya akan ada pada radius beberapa meter. Penerimanya adalah sistem L-C yang memiliki frekuensi resonansi sama dengan pemancar. Jika penerimanya berada dalam jangkauan medan gelombang evanescent, akan timbul energi dalam rangkaian penerima yang sepertinya loncat begitu saja dari pemancar.

Karena penerimanya harus beresonansi dengan pemancar, berarti benda yang tidak beresonansi dengan pemancar, seperti manusia, tidak akan menerima energi. Sekarang ini sedang dikembangkan (atau sudah selesai?) salah satunya dengan nama witricity, dari wireless dan electricity. (WiTricity di Wikipedia) Berminat mengembangkan di tanah air? (atau sudah?) /:)


oleh: Eko Widiatmoko

Sumber : http://102fm-itb.org/2008/12/transfer-energi-tanpa-kabel/#more-325

Pembelajaran Fisika Berbasis Project.

Pembelajaran Fisika berbasis project ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama muncul dipikiran penulis, tetapi baru kali ini sempat penulis tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Ide pembelajaran ini muncul karena keinginan penulis untuk membawa siswa ke "Dunia Nyata" dalam mempelajari Fisika, sehingga mereka bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari serta bisa menghasilkan sesuatu dari apa yang sudah mereka pelajari.
Dalam pelaksanaannya pembelajaran ini, bisa dimulai dengan teori lalu dilanjutkan dengan adanya project yang harus dikerjakan oleh siswa berkaitan dengan bab yang dipelajari. Berikut ini adalah beberapa contoh project yang bisa dikerjakan siswa berkaitan dengan bab yang dipelajari dalam pelajaran fisika.
1. Membuat prototype katrol dari bahan-bahan bekas, bisa diterapkan pada bab Gerak dan Gaya.
2. Membuat roket air, bisa diterapkan untuk bab Impuls dan Momentum.
3. Membuat Generator dan motor listrik sederhana, bisa diterapkan pada bab Magnet dan Elektromagnet.
4. Membuat prototype jembatan, bisa diterapkan pada bab Kesetimbangan Benda Tegar.]
5. Membuat lensa dengan menggunakan bola lampu bekas yang nantinya bisa dikembangkan ke teleskop maupun alat optik lainnya pada bab optik.
6. Membuat alat ukur bisa diterapkan pada bab besaran dan satuan.
Project-project yang ada ini diharapkan bisa merangsang kreativitas siswa.

Penulis berharap tulisan ini bisa berguna bagi pembaca serta menjadi ajang sharing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika. Bagi pembaca yang mempunyai ide lain atau project lain yang bisa diterapkan disekolah, penulis sangat berharap bisa sharing pengalaman atau pengetahuan. Pembaca bisa menghubungi penulis malalui akun facebook di http://www.facebook.com/masekooke

Lomba Roket Air di SMKN 11 Malang


Pada tanggal 23 Juni 2010 di SMKN 11 Malang diadakan lomba roket air yang diikuti oleh siswa-siswi SMKN 11 Malang. Dalam lomba ini ada dua kategori yang dilombakan yaitu roket dengan jarak terjauh dan roket yang tepat sasaran. Untuk penilaian ada tiga hal yang dinilai yaitu: (1) Estetika roket dan launcher, (2) jarak yang ditempuh roket, dan (3) ketepatan sasaran. Juara 1 dalam lomba ini diraih oleh Team Quim Movista dengan skor 948, sedangkan juara 2 diraih oleh Team Curigen Club dengan skor 733.

Nilai Tugas Blog XI RPL untuk SK Sistem Operasi

Adapun aspek yang dinilai dalam tugas blog ini meliputi:
1. Content/Isi blog yaitu lengkap tidaknya isi blog
2. Fitur dalam blog seperti template, shoutbox, counter maupun fitur lain
3. Identitas yaitu ada tidaknya identitas dalam blog
4. Pengunjung meliputi ada tidaknya komentar yang dibuat oleh pengunjung dan blog rank
Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat di daftar nilai tentang kriteria penilaian.
Berikut ini adalah nilai tugas blog kelas XI RPL untuk SK Sistem Operasi untuk mendownload silahkan klik link di bawah ini
Download Nilai Tugas Blog

Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2010/1011

Pada tahun pelajaran 2010/2011 SMKN 11 Malang membuka pendaftaran untuk penerimaan siswa baru. Adapun program keahlian yang dibuka untuk tahun ini yaitu:
1. Animasi
2. Multimedia
3. Rekayasa Perangkat Lunak
4. Teknik Komputer dan Jaringan
5. Teknik Kendaraan Ringan
6. Teknik Sepeda Motor (Baru)
7. Keperawatan (Baru)
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi SMKN 11 Malang di (0341)836330.

Mengganti Template di Blog

Untuk mempercantik blog yang sudah kita buat di blogger salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mengganti Template.
Berikut langkah-langkah mengganti template blog:
l. Download template blog yang anda inginkan. Anda bisa download di http://btemplates.com maupun situs yang lain.
2. Ekstrak template yang sudah anda download tadi.
3. Masuk ke blogger anda, dari dasbord pilih Tata Letak kemudian pilih Edit HTML.
4. Sebelum mengupload template baru anda, pastikan anda mendownload template lama dengan mengeklik Download Template Lengkap. Hal ini bertujuan agar anda dapat mengembalikan ke template blog yang lama seandainya ada permasalahan dengan template blog anda yang baru.
5. Upload sebuah template dari sebuah file pada hard drive Anda dengan mengeklik Telusuri,lalu anda cari lokasi template yang sudah anda ekstrak tadi, lalu pilih unggah.
6. Setelah proses unggah selesai, simpan template anda tadi. Sekarang template baru anda sudah bisa anda nikmati.