Terbebas dari cengkeraman



Angin tiba-tiba berhembus dengan kencang ketika kuterima sebuah pesan.
Sedetik kemudian jiwaku berada dalam kumpulan orang banyak.
Mereka mencemoohku dengan segala hujatan yang belum pernah kudengar sebelumnya.
Segala hujatan dan caci maki mencengkeramku dengan cakar-cakar yang tajam karena apa yang dulu pernah kuperbuat...

Belum sempat aku berteriak tuk sedikit mengurangi rasa sakitnya, taring-taring kata-kata hampa yang dulu pernah keluar dari mulutku mencabik-cabikku hingga tangis dan erangan kesakitan yang biasa menemani perihnya jiwa ini tak bersedia menemaniku lagi....

Kulihat kumpulan itu puas atas apa yang telah menimpaku dan mereka meninggalkanku satu persatu sambil membuang ludah ke atas mukaku...
Aku seorang diri mengerang dalam erangan yang tak mau keluar dari bibirku...
Tubuh yang tersisa ini lunglai seperti kain kotor yang tercampakkan di tempat sampah...

Sementara segala kabut siksa ini merangkumku, tiba-tiba kabut tipis mengelilingiku dan kulihat secercah cahaya keperakan muncul dari balik kabut itu. DIA yang mengenakan jubah pelangi dan bermahkotakan bintang-bintang menghampiriku dan mendekapku dengan kasih seorang ibu yang baru melahirkan anaknya. 

Sambil membelaiku kudengar DIA berkata "Anakku engkau kurancang sebelum dunia dibentuk dan engkau kutenun dengan kasih sayang dalam kandungan ibumu. Sekarang engkau sudah besar akupun tetap mencintaimu seperti cinta pertama seorang pemuda pada gadis yang diingini hatinya. Anakku meski apa yang telah kau perbuat membuatku bersedih, Aku mengasihimu bukan atas perbuatanmu, melainkan atas dirimu apa adanya".

Kemudian IA mengenakan jubah putih kepadaku dan mengambil salah satu bintang di mahkotanya lalu menaruhnya dalam hatiku.
Segala sakit yang kurasakan lenyap bersama kepergian kabut itu..
Dalam keterpanaanku ia menggandengku menyusuri gugusan galaksi surgawi..